Pilar Rumah Tak Hanya Berfungsi Memperkokoh Bangunan Tapi Juga Keindahan dan Kemegahan

Berbeda pada masyarakat dulu, masyarakat jawa dahulu misalnya rata-rata rumah joglo yang yg minimal menggunan 4 tiang penopang pada balai rumah. Saat ini, meski pilar hanya dibidik oleh mereka yang umumnya berduit, dan bercita rasa tinggi, namun penopang rumah ini tetap menjadi suatu kebutuhan yang dianggap penting untuk dipenuhi. Apalagi dibandingkan dari kerumitan pengerjaannya, maka pilar yang sudah jadi sering menjadi alternatif dan rekomendasi para pekerja bangunan.  Pilar rumah, memang identik dengan teras rumah. Selain sebagai penopang dan memperkokoh bangunan, pilar juga bisa memperindah rumah, dan memancarkan aura kemegahan pada rumah yang dinaunginya.

Fungsi pilar yang semula untuk memperkokoh bangunan, mulai beralih ke fungsi estetika. Posisi pilar di depan pintu masuk selain untuk keindahan juga sebagai pertanda pintu utama. Pilar juga merupakan pertanda masa arsitektur tertentu karena modelnya yang berbeda-beda. Model pilar pun sangat beragam. Jika pada abad ke-18, pilar dibangun dengan konsep sederhana yaitu hanya terdiri atas kepala, badan, dan kaki, maka memasuki tahun 1970-an, bentuk pilar lebih rumit.

    Pilar gaya Romawi lebih menonjolkan struktur bangunan yang banyak menggunakan bentuk lengkung, serta penambahan ukiran dan elemen dekoratif  pada pilarnya. Pada masa itu pilar ukuran besar lebih diminati.  Memasuki era 1970-an, bentuk pilar lebih sederhana, geometris, dan tidak banyak menggunakan ukiran. Pemakaian batu tempel, semen, dan koral sikat sebagai finishing pilar, menjadi cikal bakal arsitektur modern di Indonesia.

Membangun pilar, juga membutuhkan itung-itungan matematis. Karena pilar merupakan bagian dari struktur bangunan, maka perlu perhitungan yang tepat mengenai besar, tinggi, serta jaraknya. Besar kecilnya pilar tergantung besarnya beban yang disokong dan jarak antarpilar. Semakin besar beban yang ditopang atau semakin tinggi pilarnya, ukuran atau dimensinya juga semakin besar. Satu hal yang harus dihindari, ukuran pilar jangan sampai melebihi pintu masuk di dekatnya.

Sebagai bagian eksterior yang juga memperindah rumah, penampilan pilar harus memperhatikan segi keindahan. Untuk itu diperlukan kecermatan menentukan material dan finishing yang sesuai. Sebaiknya material yang digunakan terbuat dari bahan berstruktur kuat dan keras, serta tahan di alam terbuka. Material beton yang paling umum digunakan.

, , , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: